ARTICLES



2020-10-06

Parents, Seperti Ini Pemberian MPASI yang Tepat Menurut WHO

1000 hari pertama merupakan masa emas bagi tumbuh dan kembang bayi.

Author : JCDC

1000 hari pertama merupakan masa emas bagi tumbuh dan kembang bayi. Selain ASI eksklusif, bayi juga memerlukan makanan yang mengandung gizi penunjang lainnya–yang terdapat pada makanan pendamping ASI atau MPASI.

Aktivitas yang bertambah–mulai dari belajar duduk pada usia empat bulan, hingga belajar berjalan pada usia sebelas bulan, menjadi tolak ukur pentingnya pemberian MPASI pada waktu yang tepat.

Memang, memberikan MPASI merupakan suatu tantangan tersendiri bagi orangtua; karena saat pertama kali diberikan makanan yang lebih bertekstur, bayi akan cenderung menolak.

Karena itu, tak jarang juga orangtua kerap melanjutkan memberikan ASI atau justru memberikan susu tambahan lainnya. Padahal, hal itu justru akan berisiko untuk pertumbuhan bayi, loh.

“Semakin besar bayi, makannya harus semakin banyak dan teksturnya harus semakin berubah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan kalorinya; bukan ASI atau susu jenis lain yang terus ditambahkan,” papar Dr. Willey Eliot, M. Kes. pada kelas Seminar Parenting Online yang diselenggarakan oleh JCDC berjudul “MPASI menurut WHO”

Perlu diketahui bahwa memberikan MPASI terlalu dini dan/atau terlambat juga memiliki risiko. Karenanya, penting untuk memberikan MPASI tepat ketika bayi berusia enam bulan. Mengapa?

“Kalau diberikan lebih dini, MPASI cenderung akan menggantikan ASI yang mengakibatkan asupan zat gizi rendah serta meningkatkan risiko penyakit. Keterlambatan dalam pemberian MPASI juga berbahaya, karena kebutuhan gizi bayi saat berusia enam bulan sudah lebih banyak. Maka dari itu, pemberian ASI saja sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi dan berisiko menyebabkan malnutrisi serta defisiensi zat–seperti zat besi,” tambah Dr. Willey.

Selain waktu yang tepat, komposisi ASI dan MPASI juga harus seimbang. Idealnya saat bayi berusia 6 hingga 12 bulan, komposisi ASI adalah 50%; dan saat berusia 12 hingga 24 bulan, komposisi ASI adalah 30%.

Untuk bahan makanan, disarankan agar tidak hanya memberikan satu jenis makanan saja, tetapi juga harus tetap bervariasi agar asupan gizi bayi dapat terpenuhi; seperti:

1. Karbohidrat;
2. Protein hewani;
3. Protein nabati;
4. Sayur dan buah;
5. Zat besi;
6. Lemak;
7. dan air.

Agar pemberian MPASI semakin efektif, mari coba terapkan 10 prinsip pemberian MPASI di bawah ini seperti yang disarankan oleh World Health Organization (WHO):

1. Menyusui selama 6 bulan, kemudian memperkenalkan MPASI sambil terus menyusui bayi;
2. Lanjutkan menyusui hingga bayi berusia dua tahun;
3. Perhatikan responnya saat MPASI mulai diberi;
4. Perhatikan kebersihan makanan serta cara penyimpanannya;
5. Mulailah dengan jumlah yang sedikit, kemudian tambahkan secara perlahan;
6. Tingkatkan tekstur makanan seiring dengan pertumbuhan bayi;
7. Tingkatkan frekuensi makan secara perlahan;
8. Berikan makanan yang bervariasi demi memenuhi kebutuhan gizi bayi;
9. Pertimbangkan makanan dan vitamin olahan pabrik hanya sebagai altenatif pada waktu-waktu tertentu;
10. Apabila bayi sakit, tetap berikan asupan makanan yang bergizi dan segera bawa ke dokter.

Parents, memberikan MPASI yang tepat memang merupakan hal yang ‘gampang-gampang susah’, namun tentu tidak mustahil untuk dipelajari demi tumbuh kembang bayi yang maksimal.

Karena itu, mari segera pesan video playback Seminar Parenting Online “MPASI Menurut WHO” yang dipaparkan langsung oleh Dr. Willey Eliot, M.Kes. melalui WhatsApp di 0878-0877-8770.

Ditulis oleh : Andreas Kevin Hadinata, S.I.Kom.
Ditinjau oleh : Nadia Emanuella Gideon, M.Psi., Psikolog





CONTACT US


Jakarta Child Development Center

Jl. Raya Klp. Dua No.5, RW.8, Klp. Dua, Kec. Kb. Jeruk, Jakarta Barat, Jakarta Barat 11550

jcdcpartner@gmail.com

(+6221) 22059180, 087808778770

MYJCDC

MY_JCDC

MYJCDC


Located at Jln Raya Kelapa Dua, our clinic have a spacious space for kids to play and learn, rooms for treatment for consulting and therapy. Strategic place for child development center.