ARTICLES




2023-07-17

Kondisi Kesehatan Mental Anak Kerap Tak Disadari Orang Tua, Ini Solusinya

JCDC Parenting Safari, Sabtu (15/7/2023)

Author : Berandasehat.id

Banyak kasus keterlambatan perkembangan dan kesehatan mental anak yang tidak disadari orang tua. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebut tahun 2018 ada 5-10% anak Indonesia mengalami kelambatan tumbuh kembang dan di tahun 2022 meningkat menjadi 30%.

Terkait kesehatan mental menurut data dari National Adolescent Mental Health tahun 2018 ada 6,1% remaja terdiagnosis dengan gangguan mental dan meningkat di tahun 2022 menjadi 28%. “Itu artinya 1 dari 3 remaja terdiagnosis dengan gangguan mental,” ujar Nadia Emanuella Gideon, psikolog sekaligus pendiri Jakarta Child Development Center (JCDC) di acara JCDC Parenting Safari di Jakarta, Sabtu (15/7/2023).

Kondisi kesehatan mental anak kadang tak diketahui orang tua. “Ada yang sekilas terlihat baik-baik saja, namun berakhir di UGD karena anak remaja menelan tablet parasetamol hingga belasan,” ujar Nadia.

Untuk itu, penting bagi orang tua mengenali tanda-tanda adanya gangguan kesehatan mental pada anak. “Jika perlu, lakukan skrining, ajak anak ke klinik tumbuh kembang untuk pemeriksaan lebih menyeluruh,” saran Nadia.

Dalam mengawal tumbuh kembang dan pengasuhan anak, Nadia menyarankan tiga hal kunci yang perlu diketahui dan dikuasai orang tua, yakni:

1. Memahami profil anak

“Umpakan anak adalah pohon, maka setiap akar adalah profil individu. Profil ini bawaan genetik sehingga tidak bisa berubah namun dapat beradaptasi,” ujar Nadia. “Dalam hal ini orang tua dapat menyesuaikan ekspektasi sehingga anak dapat berkembang.”

2. Connect and co-regulate

Nadia mengatakan pada dasarnya setiap manusia di segala usia memiliki kebutuhan untuk terkoneksi dengan orang lain dan untuk ditenangkan. “Anak yang mendapatkan dukungan maka proses belajarnya akan makin powerful,” tutur Nadia.

Agar bisa terkoneksi dengan orang lain dalam hal ini anak, sebut Nadia, kita harus tahu sukanya apa. “Balik lagi ke profil anak. Belajar pakai media yang disukainya. Atau anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata berikan tugas lebih atau jadikan sebagai leader,” tuturnya.

Sedangkan untuk co-regulate, imbuh Nadia, dalam hal ini orang tua menerima kondisi anak. “Misalnya anak enggan berbagi manan dengan anak lain. Dalam hal ini orang tua responsif agar anak merasa nyaman dulu. Ketika anak rileks, baru diajak diskusi sebaiknya bagaimana,” terang Nadia.

Dia menekankan co-regulate bukanlah memanjakan anak. “Ini kebutuhan setiap orang, dari kecil hingga dewasa butuh ditenangkan,” beber Nadia.

Nadia menambahkan, terhubung dengan anak merupakan investasi jangka panjang. “Sebagai orang tua kita tentu berharap bukan hanya memiliki anak yang mampu bertahan hidup tapi juga mencapai hasil terbaik,” tandasnya.

Anak-anak bermain di area permainan JCDC Parenting Safari, Sabtu (15/7/2023) – dok. Berandasehat.id

3. Taking care of yourself

Nadia mengatakan, poin ketiga ini tak kalah penting. “Taking care of yourself ini memahami kebutuhan utama sebagai manusia. Bukan sekadar me time,” tuturnya.

Dia menyebut ada empat hal yang perlu dipertanyakan, yakni apakah selama ini makan teratur? Apakah tidur sehari 7 jam? Adapah ada aktivitas fisik yang dilakukan? Apakah ada orang tertentu yang bisa diajak berbicara tentang hal penting?

Lebih lanjut Nadia menyampaikan, isu pendidikan keluarga dan kesehatan mental menjadi topik yang banyak diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir. Topik kesehatan mental sendiri juga menjadi penting dalam praktik pendidikan keluarga dan perkembangan anak dan remaja.

Tantangan Pengasuhan dan Peran Klinik Tumbuh Kembang

Tak dimungkiri, tumbuh kembang anak dan remaja di satu negara punya arti penting dalam menjamin keberlanjutan negara itu sendiri di masa depan. Sayangnya, menjamin tumbuh kembang anak dan remaja dengan baik penuh dengan berbagai tantangan.

Sebagai upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, sejalan dengan salah satu visi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) yaitu pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, JCDC berupaya untuk menjadi mitra tepercaya bagi para orang tua dan individu dalam menghadapi tantangan dalam pengasuhan, mengoptimalkan tumbuh kembang dan kesehatan mental serta pengembangan diri anak dan remaja.

Klinik tumbuh kembang anak dan remaja bisa menjadi sahabat orang tua yang ingin mendapatkan bantuan ahli agar pertumbuhan anak menjadi maksimal. “Setiap anak dan remaja mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda. Bahkan beberapa mungkin tidak dapat mencapai milestone atau mengalami gangguan dalam proses tumbuh kembangnya. Di sinilah klinik tumbuh kembang anak dan remaja hadir untuk menjadi solusi,” ujar Nadia

“Di JCDC, kami bekerja dalam berbagai disiplin ilmu dengan transdisiplin – level tertinggi dari multidisiplin – karena trans berarti satu anak diobservasi praktisi dari berbagai disiplin ilmu. Secara customize kami membuat dan melakukan program untuk anak dan remaja tersebut dengan melibatkan orang tua dalam pembuatan dan pelaksanaan program sebagai tim untuk bekerja sama dalam mendorong anak untuk mencapai potensi terbaiknya,” ujar Nadia.

Dalam mengasah kemampuan dan tumbuh kembang anak JCDC menerapkan prinsip DIR (Developmental, Individual-Differences, Relationship-based) Floortime, yakni semua anak memiliki potensi menjadi anak hebat. “Tugas kita semua untuk menciptakan dunia yang terbaik agar potensi ini bisa berkembang,” terang Nadia.

Sebagai klinik tumbuh kembang, JCDC akan melakukan deteksi dini, diagnosis, dan intervensi terhadap anak dan remaja sesuai kebutuhannya, serta dapat memberikan edukasi yang tepat bagi orang tua.

“Mengajak anak ke klinik tumbuh kembang bukan berarti anak memiliki masalah kesehatan namun justru untuk memenuhi hak anak untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara maksimal. Ini penting sekali untuk dipahami oleh orang tua,” tandas Nadia, Expert Trainer Leader DIR Floortime, certified by ICDL International. “JCDC akan memastikan kondisi perkembangan dan psikologis dengan pemeriksaan yang menyeluruh untuk setiap individu yang didampingi.”



 

OTHER ARTICLES

Tantangan Pengasuhan Kian Kompleks, Anak Berkebutuhan Khusus Juga Bisa Mandiri dan Produktif
2024-02-02 - Berandasehat.id

JCDC Tawarkan Solusi Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dan Remaja
2024-02-02 - Deri Dahuri (Media Indonesia)

Penuhi Hak Anak Berkembang Secara Maksimal Ini Solusi Tumbuh Kembang Anak Anda
2024-02-02 - redaksi Indoposonline.com

Nadia Emanuella Gideon: Penuhi Hak Anak Untuk Berkembang Secara Maksimal
2023-07-27 - Toni Bramantoro (tribun kesehatan)

My JCDC Siap Jadi Partner Penuhi Hak Anak Untuk Berkembang Secara Maksimal
2023-07-27 - nusantaratv.com (Arfa Gandhi)

Penuhi Hak Anak Untuk Berkembang Secara Maksimal
2023-07-27 - INDOPOSOnline.com

Director Jakarta Child Development Center Ajak Orangtua Penuhi Hak Anak untuk Berkembang Maksimal
2023-07-27 - Dodi Hasanuddin Wartakota

Ini Cara JCDC Bantu Orang tua Penuhi Hak Anak Untuk Berkembang Secara Maksimal
2023-07-26 - Media Indonesia

Cara Floortime Membantu Perkembangan Anak Secara Maksimal
2023-07-26 - POPMAMA

JCDC terus dorong dan optimalkan talenta anak berkebutuhan khusus
2022-12-20 - mediaindonesia.com

Peran Orangtua Menggali Potensi Anak Berkebutuhan Khusus
2022-12-19 - Womanindonesia.co.id

Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus untuk Gali dan Temukan Potensi Optimalnya
2022-12-17 - Berandasehat.id

Anak Suka Lakukan Kekerasan, Mungkin Pendekatan Orang Tua Kurang Efektif
2022-12-11 - Berandasehat.id

“Family Bonding Hours: Road to Indepedency” 2022
2022-09-10 - JCDC

Dukung Peringatan HUT Kemerdekaan RI, JCDC Selenggarakan Kegiatan Family Bonding Hours
2022-08-27 - KBR

Mengajarkan Alfabet pada Anak 2-3 tahun
2021-06-08 - JCDC

Cara Meningkatkan Self-Esteem Pada Remaja Special Needs
2021-05-03 - JCDC

Remaja Bukan Anak-Anak dan Juga Belum Dewasa, Jadi Harus Bagaimana
2020-10-30 - JCDC

DIR Floortime: Sebuah Pendekatan yang Efektif Merekatkan Hubungan Orangtua dan Anak
2020-10-17 - JCDC

Parents, Seperti Ini Pemberian MPASI yang Tepat Menurut WHO
2020-10-06 - JCDC

Sensorik Motorik untuk Perkembangan Anak, Pentingkah?
2020-10-03 - JCDC

Tips Sehat Mental dan Fisik di Masa Karantina
2020-09-30 - JCDC

Tips Meningkatkan Konsentrasi Anak
2020-09-28 - JCDC

Anak susah makan?
2020-09-23 - dr Ameetha

Mengapa MPASI itu penting ?
2020-09-04 - dr. Willey Eliot, M.Kes

EFEKTIVITAS PENDEKATAN DIR FLOORTIME UNTUK MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN ANAK
2020-07-17 - JCDC

MEMBANGUN PONDASI UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK
2020-06-23 - Ayahbunda

PENTINGNYA PONDASI HUBUNGAN ORANGTUA DAN ANAK DI MASA PANDEMI (Bagian 1)
2020-06-23 - JCDC

INTERAKSI DAN KONEKSI YANG HANGAT PENTING DALAM 2 TAHUN PERTAMA KEHIDUPAN ANAK
2020-06-23 - JCDC

PENTINGNYA PONDASI HUBUNGAN ORANGTUA DAN ANAK DI MASA PANDEMI (Bagian 2)
2020-06-23 - JCDC

Tips dari Psikolog agar Ibu Bisa Kelola Emosi Diri di Tengah Pandemi Corona
2020-04-03 - kumparanMOM

Sekolah Anak Tutup Sementara karena Virus Corona? Ada Kelas Pendampingan JCDC
2020-03-24 - kumparanMOM

CONTACT US


Jakarta Child Development Center

Jl. Kedoya Raya No.25, RT.1/RW.4, Kedoya Sel., Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, 11520

jcdcpartner@gmail.com

(021)23093120, 087808778770

MYJCDC

MY_JCDC


Located at Jl. Kedoya Raya, our clinic have a spacious space for kids to play and learn, rooms for treatment for consulting and therapy. Strategic place for child development center.