ARTICLES




2022-12-19

Peran Orangtua Menggali Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Gangguan perkembangan bukan seperti penyakit tapi akan tetap sebagai profil mereka

Author : Womanindonesia.co.id

Anak-anak berkebutuhan khusus seringkali jauh tertinggal dari teman sebayanya dalam perkembangan literasi yaitu, membaca, kosa kata, dan menulis. Anak berkebutuhan khusus ialah anak yang mengalami keterbatasan baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya.

Kendati demikian, bukan berarti anak yang terlahir ‘spesial’ ini tidak bisa sukses seperti anak pada umunya. Pola asuh dan pendidikan yang baik akan mengoptimalkan mereka dalam menggali potensi diri.

Jakarta Child Development Center (JCDC) mengajak anak-anak berkebutuhan khusus menampilkan sekaligus menjual karya mereka di pameran khusus yang digelar selama dua hari di Neo Soho Jakarta, 10-11 Desember 2022.

Adapun karya yang ditampilkan mulai dari lukisan, membuat buku cerita, seni kriya, pembuatan alat bantu untuk anak berkebutuhan khusus hingga kuliner.

Peran Orangtua Menggali Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Psikolog klinis sekaligus pendiri JCDC Nadia Emanuella Gideon, M.Psi, anak-anak berkebutuhan khusus ini bisa menghasilkan karya luar biasa jika orang tua hadir dan sepenuh hati mendampingi mereka. Orangtua adalah sosok terbaik dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menemukan potensi dirinya.

“Dengan kata lain, anak berkebutuhan khusus bisa mengoptimalkan talenta mereka jika diasah sejak dini. Serta diagnosisnya juga dilakukan sedini mungkin di bawah usia 2 tahun, serta harus tepat,” terang Nadia dalam diskusi bersama media menandai peringatan ulang tahun ketiga JCDC di Neo Soho Jakarta, Sabtu (10/12).

Menurut Nadia, diagnosis yang tepat perlu dilakukan untuk memutus kebingungan agar tidak menjadi pertanyaan mengganggu. Sebaiknya, diagnosis diberikan saat semua observasi sudah lengkap dan menunggu momen yang tepat.

“Diagnosis anak berkebutuhan khusus harus dilakukan secara hati-hati, karena tidak bisa diubah. Ada yang memutuskan diagnosis dengan tergesa-gesa dengan hasil berbeda sehingga membingungkan orang tua. Ini yang harus dihindari,” tutur Nadia.

Nadia menambahkan, diagnosis bukan sekadar label. “Diagnosis yang benar akan membantu orang tua untuk melakukan kegiatan latihan yang bertujuan membantu anak-anak tumbuh optimal,” terangnya.

Dalam menangani anak berkebutuhan khusus, sebut Nadia, psikologi melihat orang tua sebagai satu tim. Dia mengakui, menerima dengan ikhlas bahwa sang buah hati memiliki kebutuhan khusus bukanlah hal yang mudah.

“Kami tidak minta orang tua dengan cepat dapat menerima. Tidak apa sedih, mari sedih sama-sama. Namun harus ingat bahwa Individu dengan kebutuhan khusus punya potensi untuk digali bakatnya,” tutur Nadia.

Nadia menekankan, gangguan perkembangan pada anak berkebutuhan khusus bukanlah penyakit. “Gangguan perkembangan bukan seperti penyakit tapi akan tetap sebagai profil mereka. Tidak bisa disembuhkan, namun bisa dilatih agar Dilatih produktif dan mandiri. itulah tujuan utamanya,” urainya. “Setiap individu punya hal positif. Fokuskan ke sana.”

Salah satu anak dengan kebutuhan khusus, Audrey (20 tahun), didiagnosis autis di usia 1,5 tahun. “Dia kurang memiliki eye contact, kalau jalan bolak balik. Saat usia 1 tahun muncul tanda-tandanya, kami sebagai orang tua mulai curiga dan membawanya ke ahli untuk mendiagnosis gangguan itu,” ujar Budi, sang ayah yang mendampingi sang anak ke luar negeri. demi mencari diagnosis kondisinya.

Spektrum autisme Audrey berhasil dideteksi di usia dini sehingga dia punya kesempatan mengeksplorasi bakat, yaitu menyanyi dan melukis. Budi mengaku menerapkan DIR Floortime dalam pengasuhan Audrey.

“Dengan DIR Floortime itu anak menjadi leader. Dia maunya apa, kita masuk ke dunia mereka, baru ngeklik,” ujar Budi yang mengaku sempat denial saat menerima diagnosis buah hatinya dinyatakan autis.

Untuk diketahui, DIR Floortime merupakan salah satu pendekatan yang terbukti berhasil membantu mengatasi perilaku sulit pada anak dan mendorong optimalisasi perkembangan anak.

Sang ayah membawa Audrey les melukis di usia 4 tahun. “Saya lihat dia ada potensi di situ. Saya cari pembimbing yang bisa handle anak berkebutuhan khusus,” tutur Budi yang mengaku sempat denial saat menerima diagnosis buah hatinya dinyatakan autis.

Budi menandaskan, sebagai orangtua akan sekuat tenaga membuat Audreay mandiri. “Potensi anak pasti ada, orangtua harus cari terus pptensinya. Tugas kita mencari jangan menyerah begitu saja,” pungkasnya.



 

OTHER ARTICLES

Tantangan Pengasuhan Kian Kompleks, Anak Berkebutuhan Khusus Juga Bisa Mandiri dan Produktif
2024-02-02 - Berandasehat.id

JCDC Tawarkan Solusi Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dan Remaja
2024-02-02 - Deri Dahuri (Media Indonesia)

Penuhi Hak Anak Berkembang Secara Maksimal Ini Solusi Tumbuh Kembang Anak Anda
2024-02-02 - redaksi Indoposonline.com

Nadia Emanuella Gideon: Penuhi Hak Anak Untuk Berkembang Secara Maksimal
2023-07-27 - Toni Bramantoro (tribun kesehatan)

My JCDC Siap Jadi Partner Penuhi Hak Anak Untuk Berkembang Secara Maksimal
2023-07-27 - nusantaratv.com (Arfa Gandhi)

Penuhi Hak Anak Untuk Berkembang Secara Maksimal
2023-07-27 - INDOPOSOnline.com

Director Jakarta Child Development Center Ajak Orangtua Penuhi Hak Anak untuk Berkembang Maksimal
2023-07-27 - Dodi Hasanuddin Wartakota

Ini Cara JCDC Bantu Orang tua Penuhi Hak Anak Untuk Berkembang Secara Maksimal
2023-07-26 - Media Indonesia

Cara Floortime Membantu Perkembangan Anak Secara Maksimal
2023-07-26 - POPMAMA

Kondisi Kesehatan Mental Anak Kerap Tak Disadari Orang Tua, Ini Solusinya
2023-07-17 - Berandasehat.id

JCDC terus dorong dan optimalkan talenta anak berkebutuhan khusus
2022-12-20 - mediaindonesia.com

Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus untuk Gali dan Temukan Potensi Optimalnya
2022-12-17 - Berandasehat.id

Anak Suka Lakukan Kekerasan, Mungkin Pendekatan Orang Tua Kurang Efektif
2022-12-11 - Berandasehat.id

“Family Bonding Hours: Road to Indepedency” 2022
2022-09-10 - JCDC

Dukung Peringatan HUT Kemerdekaan RI, JCDC Selenggarakan Kegiatan Family Bonding Hours
2022-08-27 - KBR

Mengajarkan Alfabet pada Anak 2-3 tahun
2021-06-08 - JCDC

Cara Meningkatkan Self-Esteem Pada Remaja Special Needs
2021-05-03 - JCDC

Remaja Bukan Anak-Anak dan Juga Belum Dewasa, Jadi Harus Bagaimana
2020-10-30 - JCDC

DIR Floortime: Sebuah Pendekatan yang Efektif Merekatkan Hubungan Orangtua dan Anak
2020-10-17 - JCDC

Parents, Seperti Ini Pemberian MPASI yang Tepat Menurut WHO
2020-10-06 - JCDC

Sensorik Motorik untuk Perkembangan Anak, Pentingkah?
2020-10-03 - JCDC

Tips Sehat Mental dan Fisik di Masa Karantina
2020-09-30 - JCDC

Tips Meningkatkan Konsentrasi Anak
2020-09-28 - JCDC

Anak susah makan?
2020-09-23 - dr Ameetha

Mengapa MPASI itu penting ?
2020-09-04 - dr. Willey Eliot, M.Kes

EFEKTIVITAS PENDEKATAN DIR FLOORTIME UNTUK MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN ANAK
2020-07-17 - JCDC

MEMBANGUN PONDASI UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK
2020-06-23 - Ayahbunda

PENTINGNYA PONDASI HUBUNGAN ORANGTUA DAN ANAK DI MASA PANDEMI (Bagian 1)
2020-06-23 - JCDC

INTERAKSI DAN KONEKSI YANG HANGAT PENTING DALAM 2 TAHUN PERTAMA KEHIDUPAN ANAK
2020-06-23 - JCDC

PENTINGNYA PONDASI HUBUNGAN ORANGTUA DAN ANAK DI MASA PANDEMI (Bagian 2)
2020-06-23 - JCDC

Tips dari Psikolog agar Ibu Bisa Kelola Emosi Diri di Tengah Pandemi Corona
2020-04-03 - kumparanMOM

Sekolah Anak Tutup Sementara karena Virus Corona? Ada Kelas Pendampingan JCDC
2020-03-24 - kumparanMOM

CONTACT US


Jakarta Child Development Center

Jl. Kedoya Raya No.25, RT.1/RW.4, Kedoya Sel., Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, 11520

jcdcpartner@gmail.com

(021)23093120, 087808778770

MYJCDC

MY_JCDC


Located at Jl. Kedoya Raya, our clinic have a spacious space for kids to play and learn, rooms for treatment for consulting and therapy. Strategic place for child development center.