ARTICLES




2020-09-30

Tips Sehat Mental dan Fisik di Masa Karantina

Indonesia dilanda pandemi COVID-19

Author : JCDC

Sudah sekitar tujuh bulan lamanya Indonesia dilanda pandemi COVID-19. Korban yang berjatuhan, hingga turunnya perekonomian kerap membuat resah banyak pihak. Pemerintah pun saat ini kembali menerapkan physical distancing atau PSBB dalam rangka memutuskan rantai penyebaran COVID-19.

Waktu-waktu ini tentu tidak mudah untuk dilewati. Kesulitan yang saat ini dialami oleh semua orang di seluruh dunia kerap menguras tidak hanya Kesehatan fisik, tetapi juga Kesehatan mental.

Menjaga Kesehatan fisik sama pentingnya dengan menjaga Kesehatan mental; seperti kata pepatah Romawi; “Mens Sana in Corpore Sano”, yang berarti di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Oleh sebab itu itu, penting bagi kita untuk kembali membangun kebiasaan hidup sehat yang mungkin hampir redup sebelumnya, agar kita dapat terhindar dari risiko terpapar COVID-19.

Menjaga Kesehatan Fisik

Cara sederhana untuk menjaga Kesehatan fisik yang dapat dilakukan dari rumah adalah dengan menjaga asupan nutrisi. Nutrisi seperti karbohidrat, protein nabati dan hewani, serat, lemak, serta beragam vitamin dari sayur dan buah-buahan kalsium, penting untuk dikonsumsi secara berkala demi menjaga ketahanan tubuh. Minum air putih secara berkala juga sangat dianjurkan demi menghindarkan tubuh dari dehidrasi.

Demi menjaga kesehatan, penting untuk tetap melakukan aktivitas fisik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan berolahraga. Berolahraga dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Bahkan, kini sudah banyak tutorial senam yang dapat kita lakukan dari rumah.Selain senam di rumah, Anda juga dapat menggerakan tubuh dengan cara yang juga tidak kalah menyenangkan; salah satunya dengan cara menari. Menari dapat dilakukan oleh wanita maupun pria; bahkan, saat ini juga sudah banyak aplikasi yang dapat dimanfaatkan sebagai pengiring aktivitas menari kita. Berdiam di rumah bukan berarti tidak bisa melakukan aktivitas fisik yang menarik, bukan?

Menjaga Kesehatan Mental Setelah memastikan Kesehatan fisik terjaga, kini saatnya kita memperhatikan Kesehatan mental yang juga tidak kalah penting. Menurut Feka Angge Pramita, M.Psi., Psikolog yang adalah psikolog klinis anak dan remaja di Jakarta Child Development Center, cara sederhana yang dapat dilakukan yaitu dengan menyadari hal-hal yang terjadi sekitar kita. Dengan melakukan cara ini, kita akan dibawa untuk memahami diri sendiri. Ketika kita paham dengan diri sendiri, pada akhirnya kita akan memiliki rasa empati kepada diri sendiri; yang sangat penting untuk Kesehatan mental.

Agar dapat lebih memahami diri sendiri; coba ajukan keempat pertanyaan di bawah ini.
1. Bagaimana perasaan saya terhadap kondisi yang terjadi saat ini?
2. Apa saja yang biasa saya pikirkan pada kondisi ini?
3. Jika mengingat saat-saat sebelum COVID-19, apa saja yang saya rindukan ketika dapat dengan bebas keluar dari rumah?
4. Bagaimana hubungan saya dengan pasangan serta keluarga selama masa pandemi COVID-19?

Setelah menyadari situasi di sekitar kita, Psikolog Feka Angge Pramita juga menyarankan kita untuk menerima segala pikiran dan perasaan kita. Mungkin awalnya ada perasaan gelisah, namun dengan berusaha menerima setiap pikiran dan perasaan kita, perasaan gelisah justru akan hilang dengan sendirinya. Janganlah buru-buru untuk menghilangkan perasaan tersebut, kita dapat merasakan dan boleh merasakan yang kita rasakan sekarang. Dengan menyadari dan menerima perasaan tersebut maka akan membantu kita untuk mengatasi kesulitan yang kita hadapi dengan rasional.

Bagi Anda para Parents, psikolog Feka Angge Pramita melihat bahwa masa karantina ini juga dapat dimanfaatkan untuk membangun relasi yang lebih dalam dengan anak. Coba untuk membangun interaksi dengan anak dengan cara berkomunikasi, bermain, dan melakukan aktivitas bersama. Dengan berinteraksi dengan anak, melalui bermain akan membantu anak untuk bisa lebih kuat menghadapi tantangannya, karena bermain merupakan “Latihan” bagi sistem syaraf kita, anak dan orang tuanya yang bermain bersama.

Sudahkah anda bermain hari ini dengan anak?

Ditulis oleh : Andreas Kevin Hadinata, S.I.Kom.
Ditinjau oleh : Nadia Emanuella Gideon, M.Psi., Psikolog



 

OTHER ARTICLES

Tantangan Pengasuhan Kian Kompleks, Anak Berkebutuhan Khusus Juga Bisa Mandiri dan Produktif
2024-02-02 - Berandasehat.id

JCDC Tawarkan Solusi Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dan Remaja
2024-02-02 - Deri Dahuri (Media Indonesia)

Penuhi Hak Anak Berkembang Secara Maksimal Ini Solusi Tumbuh Kembang Anak Anda
2024-02-02 - redaksi Indoposonline.com

Penuhi Hak Anak Untuk Berkembang Secara Maksimal
2023-07-27 - INDOPOSOnline.com

Director Jakarta Child Development Center Ajak Orangtua Penuhi Hak Anak untuk Berkembang Maksimal
2023-07-27 - Dodi Hasanuddin Wartakota

My JCDC Siap Jadi Partner Penuhi Hak Anak Untuk Berkembang Secara Maksimal
2023-07-27 - nusantaratv.com (Arfa Gandhi)

Nadia Emanuella Gideon: Penuhi Hak Anak Untuk Berkembang Secara Maksimal
2023-07-27 - Toni Bramantoro (tribun kesehatan)

Ini Cara JCDC Bantu Orang tua Penuhi Hak Anak Untuk Berkembang Secara Maksimal
2023-07-26 - Media Indonesia

Cara Floortime Membantu Perkembangan Anak Secara Maksimal
2023-07-26 - POPMAMA

Kondisi Kesehatan Mental Anak Kerap Tak Disadari Orang Tua, Ini Solusinya
2023-07-17 - Berandasehat.id

JCDC terus dorong dan optimalkan talenta anak berkebutuhan khusus
2022-12-20 - mediaindonesia.com

Peran Orangtua Menggali Potensi Anak Berkebutuhan Khusus
2022-12-19 - Womanindonesia.co.id

Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus untuk Gali dan Temukan Potensi Optimalnya
2022-12-17 - Berandasehat.id

Anak Suka Lakukan Kekerasan, Mungkin Pendekatan Orang Tua Kurang Efektif
2022-12-11 - Berandasehat.id

“Family Bonding Hours: Road to Indepedency” 2022
2022-09-10 - JCDC

Dukung Peringatan HUT Kemerdekaan RI, JCDC Selenggarakan Kegiatan Family Bonding Hours
2022-08-27 - KBR

Mengajarkan Alfabet pada Anak 2-3 tahun
2021-06-08 - JCDC

Cara Meningkatkan Self-Esteem Pada Remaja Special Needs
2021-05-03 - JCDC

Remaja Bukan Anak-Anak dan Juga Belum Dewasa, Jadi Harus Bagaimana
2020-10-30 - JCDC

DIR Floortime: Sebuah Pendekatan yang Efektif Merekatkan Hubungan Orangtua dan Anak
2020-10-17 - JCDC

Parents, Seperti Ini Pemberian MPASI yang Tepat Menurut WHO
2020-10-06 - JCDC

Sensorik Motorik untuk Perkembangan Anak, Pentingkah?
2020-10-03 - JCDC

Tips Meningkatkan Konsentrasi Anak
2020-09-28 - JCDC

Anak susah makan?
2020-09-23 - dr Ameetha

Mengapa MPASI itu penting ?
2020-09-04 - dr. Willey Eliot, M.Kes

EFEKTIVITAS PENDEKATAN DIR FLOORTIME UNTUK MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN ANAK
2020-07-17 - JCDC

PENTINGNYA PONDASI HUBUNGAN ORANGTUA DAN ANAK DI MASA PANDEMI (Bagian 2)
2020-06-23 - JCDC

MEMBANGUN PONDASI UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK
2020-06-23 - Ayahbunda

INTERAKSI DAN KONEKSI YANG HANGAT PENTING DALAM 2 TAHUN PERTAMA KEHIDUPAN ANAK
2020-06-23 - JCDC

PENTINGNYA PONDASI HUBUNGAN ORANGTUA DAN ANAK DI MASA PANDEMI (Bagian 1)
2020-06-23 - JCDC

Tips dari Psikolog agar Ibu Bisa Kelola Emosi Diri di Tengah Pandemi Corona
2020-04-03 - kumparanMOM

Sekolah Anak Tutup Sementara karena Virus Corona? Ada Kelas Pendampingan JCDC
2020-03-24 - kumparanMOM

CONTACT US


Jakarta Child Development Center

Jl. Kedoya Raya No.25, RT.1/RW.4, Kedoya Sel., Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, 11520

jcdcpartner@gmail.com

(021)23093120, 087808778770

MYJCDC

MY_JCDC


Located at Jl. Kedoya Raya, our clinic have a spacious space for kids to play and learn, rooms for treatment for consulting and therapy. Strategic place for child development center.